KEMENDIKBUD RI MENGANUGERAHKAN GELAR GURU BESAR KEPADA DUA DOSEN FISIKA

Dalam waktu enam bulan terakhir, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memeberikan gelar guru besar kepada Prof. Paulus Lobo Gareso, M.Sc., Ph.D. dan kepada Prof. Dr. Arifin, M.T. Prof. Paulus Lobo Gareso meraih gelar guru besar dalam bidang semikonduktor dan Prof. Dr. Arifin meraih gelar guru besar dalam bidang instrumentasi.

Prof. Paulus Lobo Gareso, M.Sc., Ph.D. lahir di Makassar, 5 Maret 1965 dan mulai menjadi abdi negara di Unhas pada bulan Maret 1991. Gelar sarjana diraih dari Universitas Hasanuddin pada tahun 1989, gelar master diraih dari University of Macquire, Australia pada tahun 1998. Gelar Doktor diraih pada tahun 2008 di bawah bimbingan Prof. Dr. Chennupati Jagadish dari Australian National University . Mata kuliah yang diajarkannya adalah Fisika Zat Padat, Fisika Material, Fisika Semikonduktor. Beliau juga aktif membimbing mahasiswa S1 dan S2 Prodi Fisika. Jabatan struktural yang pernah diembannya adalah sekretaris jurusan pada tahun 2009 sampai 2013, mendampingi Prof. Dr. Halmar Halide sebagai ketua jurusan. Beliau juga pernah menjadi ketua panitia Seminar Nasional Fisika tahun 2018 dan wakil ketua ICOS 2019. Beliau juga aktif menghadiri konferensi ilmiah di tingkat nasional. Tercatat di website Scopus, Prof. Paulus memiliki 23 dokumen dengan h-index 6.     

Prof. Dr. Arifin, M.T. lahir di Barru, 20 Mei 1967 dan mulai menjadi abdi negara di Unhas pada bulan Maret 1994. Beliau menamatkan program sarjananya dari Unhas pada tahun 1993 di bawah bimbingan Dr. Syafiuddin Syarif dan Bualkar Abdullah, M.Eng.Sc. Pendidikan master diselesaikan di Jurusan Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung pada tahun 1999. Institut Teknologi Sepuluh November adalah tempat studi pendidikan Doktor beliau yang diselesaikannya pada tahun 2015 dengan promotor Prof. Dr. Agus Rubiyanto, M.Eng.Sc., ko promotor pertama Agus Muhammad Hatta, Ph.D. dan ko promotor kedua Dr. Melania Suweni, M.T. Jabatan struktural yang pernah dijalaninya adalah Kepala Laboratorium Elektronika. Sekarang beliau menjabat Ketua Departemen Fisika Unhas sejak tahun 2017. Prof. Dr. Arifin pernah menjadi ketua penyusun borang akreditasi Prodi S1 Fisika Unhas. Dan, sebagai hasilnya, Prodi S1 Fisika Unhas medapatkan nilai akreditasi A untuk pertama kalinya. Beliau memiliki 18 dokumen terindeks Scopus dan h-index 4.     

Sampai saat ini, Departemen Fisika memiliki enam belas dosen dengan tujuh dosen bergelar guru besar. Laboratorium yang dimiliki empat laboratorium. Dua guru besar menjadi staf di laboratorium Fisika Teori dan Komputasi, laboratorium Fisika Material dan Energi, laboratorium Fisika Spektroskopi Optik. Satu guru besar menjadi staf di laboratorium Elektronika dan Instrumentasi.

Dengan hampir 50 persen dosen bergelar guru besar, Departemen Fisika Unhas bisa berkontribusi lebih banyak lagi demi kemajuan ilmu fisika. Capaian tulisan akademik terindeks Scopus juga diharapkan meningkat lebih banyak lagi. Alumni Prodi Fisika bisa lebih baik lagi. Departemen Fisika bisa menjadi tuan rumah kegiatan-kegiatan akademik yang bisa meningkatkan nilai akreditasi Universitas Hasanuddin.

Physics Department Signed Research Collaboration with Washington University

International research collaboration is an important factor for
a university in enhancing its global role and visibility.
Last year (the year 2019), Physics Department of Hasanuddin university has established a research collaboration with Physics Department of Washington University (WashU) in St. Louis Missouri, one of the eminent universities in the United States. This collaboration was signed by the two Chairpersons of the Physics Department of the two Universities, respectively Dr. Arifin, MT from the Department of Physics of Hasanuddin University and Prof. Mark G. Alford of WashU.

This research collaboration is mainly in the field of material physics
Condensed Matter Physics) whose implementation is in the form of
an exchange of research results and hosting visiting researchers/
professors and joint publications. The memorandum of agreement
appointed two respective coordinators,
namely Prof. Tasrief Surungan and Prof. Zohar Nussinov, who respectively represents Unhas and WashU. This newly established
research collaboration in the level of department was coined by
the pre-existing collaboration between the two professors.
They were performing collaborative research
through a World Class Professor (WCP) research grant,
whose funding was from the Ministry of Research, Technology and Higher Education. Through this program, Prof. Nussinov had visited Hasanuddin University (Unhas) in September 2019. During his presence at Unhas, Prof. Nussinov conducted a number of academic activities, including being a plenary speaker at a
Learning Machine Workshop, giving talk at the weekly Colloquium
of Physics Department and delivered guest lectures for Masters program. Besides that, Prof. Nussinov also conducted collborative
advisory for final projects of undergraduate students.
After the visit of Prof. Nussinov to Unhas in September 2019,
his counterpart of Unhas, Prof. Tasrief Surungan visited WashU in October 2019. During his visit, Prof. Surungan conducted collaboratoive research with Prof. Nussinov’s group.

It is part of the planning, in line with this research collaboration agreement, Hasanuddin University will appointed Prof. Nussinov as
a visiting Professor in Department of Physics, effectively
starting in FY 2020. The research collaboration agreement signed last year will last for four years, ended in 31st December 2024, and could possibly to be extended based on the mutual institutional consent. We congratulate Physics Department for this collaboration
and encourage them to be more contributive in bringing Hasanuddin
university as a real world class university (Adm01).