Kolokium Departemen Fisika Semester Genap 2018 / 2019

Prof. Dr. Tasrief Surungan, M.Sc menyampaikan materi kolokium

Suasana akademik senantiasa dihidupi oleh semua dosen dan mahasiswa dalam sebuah institusi pendidikan terutama di pendidikan tinggi. Ciri akademik menjadi ciri khas pendidikan tinggi. Tugas institusi adalah memelihara ciri tersebut. Kegiatan kolokium adalah suatu cara untuk menghidupi suasana akademik. Selain kolokium, kuliah kelas, kuliah tamu, kuliah lapang, seminar mahasiswa bisa menjadi sarana untuk menghidupi suasana akademik. Departemen fisika telah mengadakan kolokium ini tiga semester berturut-turut.

Kegiatan kolokium semester genap tahun ajaran 2018 / 2019 dilaksanakan setiap hari Rabu pukul 13.00 sampai selesai. Para dosen secara bergantian memaparkan bidang ilmu keahliannya kepada peserta. Paparan itu bisa berupa hasil riset terbaru dosen, hasil studi ilmiah dosen, Peserta kolokium adalah dosen dan mahasiswa. Setelah pemaparan, diadakan sesi diskusi singkat. Mahasiswa dan dosen mendalami materi dalam sesi diskusi.

Antusiasme dosen dan mahasiswa mengikuti kolokium ini cukup tinggi. Ruangan rapat depaartemen yang menjadi pusat kolokium selalu penuh, bahkan tidak jarang kursi dari ruang kuliah diambil untuk menampung peserta. Melihat tingginya antusiasme, departemen berencana melaksanakan kegiatan kolokium semester ganjil 2019 / 2020 yang diisi bukan hanya oleh dosen tetapi juga oleh mahasiswa pasca sarjana yang sedang mengambil penelitian. Departemen juga menyampaikan terima kasih kepada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, kepada Universitas Hasanuddin atas bantuan dana konsumsi kegiatan kolokium.. (Adm01)

Kurukulum Baru Fisika 2018 Diterapkan

Peninjauan kurikulum secara berkala mutlak bagi suatu program studi. Hal ini dimaksudkan untuk penyelarasan dan dalam rangka menyesuaikan dengan perkembangan Ipteks mutakhir.
Mulai Semester Awal Tahun 2018/2019, kurikulum baru, yang diberi nama Kuriukulum 2018 mulai
dijalankan. Kurikulum ini menggantikan kurikulum yang berlaku sebelumnya, yaitu
kuriukulum Tahun 2014.

Perubahan paling mendasar dalam kurikulum ini adalah dimungkinkannya mahasiswa merampungkan
studinya dalam tiga-setengah tahun alias 7 semester. Dalam kuriukulum sebelumnya (Kurikulum Tahun 2014), seorang mahasiswa harus menjalani paling sedikit 8 semester alias minimal empat tahun untuk merampungkan studinya. Padahal, seorang mahasiswa yang tergolong cerdas, mestinya diberi peluang untuk merampungkan studi dalam waktu yang relatif singkat, tidak harus empat tahun. Beberapa prodi di Unhas, bahkan di Fakultas MIPA telah mencatatakan penyelesaian yang tergolong singkat, misalnya prodi Matematika, yang sejauh ini ada yang merampungkan studinya dalam waktu 3 tahun 6 bulan.

Berdasarakan kepakaran dosen prodi Fisika, Kurikulum 2018 membagi empat peminatan, yaitu
Fisika Teori dan Komputasi, Fisika Material dan Energi, Fisika Instrumentasi dan
Eletronika serta Fisika Optik dan Spektroskopi. Selain empat peminatan ini prodi fisika juga mengasuh program fisika medik, dimana alumninya ditargetkan dapat bekerja di rumah sakit sebagai
tenaga fisikawan medik. Sejauh ini mahasiswa fisika medik umumnya berasal dari
pendidikan keahlian (D3) dalam bidang radiologi. Dengan adanya kerjasaman antara Universitas
Hasanuddin dan Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, mahaiswa fisika medik pada umumnya adalah
karya siswa dari instansi kesehatan, termasuk rumah sakit. Sebagai karya siswa yang telah berijazah D3, dilakukan penyetaraan dalam sejumlah mata kuliah, sehingga waktu penyelesaian studi hanya berikisar 3-4 semester alias berkisar dua tahun.

Dengan kurukulum yang baru ini, alumni prodi fisika dapat lebih kompetitif dalam bursa kerja. (Adm01)