Home » 2016 » Juni

Monthly Archives: Juni 2016

Wisuda Juni 2016, Fisika Telorkan 21 Alumni

yudisium-june-2016b

Kegiatan Yudisium yang telah menjadi tradisi akademik di Jurusan Fisika sebelum Wisuda di tingkat Universitas dilangsungkan pada Selasa, 28 Juni 2016. Kegiatan ini dihadiri selain oleh oleh Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan, juga sejumlah Dosen Jurusan Fisika, yang terdiri atas Prodi Fisika dan Geofisika.

Sambutan Yudisium yang biasanya diisi oleh pesan dan kesan oleh para dosen dan Alumni, diawali oleh Ketua Jurusan Dr. Tasrief Surungan, M.Sc. yang menggaris-bawahi tujuan pendidikan Tinggi, yaitu menghasilkan alumni yang mampu belajar secara mandiri dan berkelanjutan. Kata kuncinya, menurut ketua Jurusan adalah kemandirian yang mencirikan kedewasaan. Oleh sebab itu, lanjutnya, setelah menjadi alumni seharusnya sudah mulai berpikr untuk melepas ketergantungan finansial kepada orang tua. Itu sebabnya, kata ketua Jurusan, selama proses belajar, seseorang harus membenahi diri secara serius sehingga saat menjadi alumni dapat dengan mudah memperoleh pekerjaan yang layak. Pada akhir sambutannya, calon wisudawan Jurusan Fisika yang berjumlah 21 orang, terdiri atas 16 orang dari Prodi Fisika dan 5 orang dari Prodi Geofisika, dikukuhkan secara resmi sebagai Alumni Fisika untuk Wisuda Periode Juni 2016.

Pada bagian lain, Prof. Dahlang Tahir, guru besar Fisika Material ikut memberi pesan dan kesan, dimana titekankan akan perlunya alumni bekerjasama dalam rangka penguatan jejaring alumni Jurusan Fisika. Pentingnya soft-skill seperti kemapuan bekomunikasi dan sopan
santun juga perlu mendapat perhatian. Kesan pertama dari lawan komunikasi saat wawancara, menurut Prof. Tahir, berperang penting lulus tidaknya seseorang calon pencari kerja. Itu sebabnya ilmu yang diperoleh selama ini dalam bentuk hard-skill harus dilengkapi dengan soft-skill yang memadai.

Sekretaris Jurusan (Sekjur), Syamsuddin, S.Si., MT, yag bertindak sebagai pengarah acara (Master of Ceremony) juga ikut memberi sambutan. Kepada para alumni disampaikan bahwa yudisium merupakan pelepasan secara resmi oleh Jurusan, akan tetapi tidak harus dimaknai sebagai perpisahan. Alumni dihimbau untuk tetap menjalin komunikasi dengan
pihak jurusan. Dengan tetap menjalin silaturrahim, pihak Jurusan dapat memperoleh
masukan tentang dunia kerja sehingga Jurusan dapat memperiapkan dan mengantisipasi
dunia kerja yang cederung cepat, demikian Sekjur.

Sejumlah alumni menyampaikan pesan dan kesan, dari ucapan terimakasih, permintaan maaf hingga
harap pengembangan Jurusan Fisika di masa yang akan datang. Muhammad Khaerul As’ad, Monalisa Tandilayuk, masing-masing mewakili alumni Geofsika dan Fisika. Selain
mengungkapkan akan perlunya peningkatan fasilitas pemeblajaran dan penlitian buat mahasiswa, juga disampaikan saran agar prosedur pemanfaatan alat penelitian terutama yang ada pada Laboratorium Terpadu Sains dipermudah, termasuk memberi akses kepada mahasiswa tugas akhir.
Selama ini fasiltas yang ada di Laboratorium Lanjutan tersebut lebih banyak dimanfaatkan untuk penelitian dosen.

Dengan tambahan 21 alumni yang diwisuda periode Juni ini, Jurusan Fisika hingga kini telah menghasilkan 1245 orang, dengan rincian 616 orang lulus dalam bidang Fisika (termasuk 75 dalam program konsentrasi Fisika Medik), dan 529 dalam bidang Geofisika. Jumlah ini akan memeriahkan Temu Akbar Alumni MIPA 2016 yang akan digelar pada Hari Sabtu, 9 Juli 2016, dirangkaikan dengan Halal Bi Halal. Selamat bagi para Alumni baru, semoga sukses dalam mengembangkan ilmu dan mengabdikan untuk kesejahteraan masyarakat luas. (adm01)

PAR Salah Satu Kegiatan PPKPS Fisika Tahun 2016

Program pengembangan kapasitas program studi (PPKPS) yang digulirkan sejak
Tahun 2013 di Unhas dengan dana BOPTN (Bantuan Operasional Perguruan Timnggi Negeri)
kembali digulirkan. Dalam Tahun 2016 ini, Program Studi Fisika (PSF)
merencanakan empat kegiatan, salah satunya adalah Program for Academic Recahrging
(PAR). Kegiatan ini awalnya diperkenalkan DIKTI dalam Tahun 2010, yang kemudian
berubah menjadi program SAME (Scheme for Academic Mobility and Exchange)
pada tahun-tahun berikutnya. Melalui PAR, dosen melakukan kegiatan penelitian
di Universitas atau Lembaga Riset luar negeri, dengan tuan rumah seorang professor
atau ilmuan handal sehingga memungkinkan dihasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas.

Berbeda dengan program DIKTI, PAR di PSF akan dilaksakanan dalam negeri.
Tujuan dan sasarannya sama, yaitu menjadikan peserta PAR dapat kembali produktif
dalam menghasilkan karya ilmiah.
Pihak meitra yang akan menjadi tuan rumah adalah fisikawan tanah air dengan
reputasi Internasional. Salah satu contohnya adalah Prof. Terry Mart dari Jurusan Fisika Universitas Indonesia. Sejumlah dosen PSF telah melakukan kontak dengan calon mitra, sebab dalam mekanisme kegiatan ini salah satu syaratnya adalah telah menjalin komunikasi dengan calon mitra.

Dana yang dialokasikan untuk kegitanan ini berkisar 40 persen dari total 200 Juta rupiah. Hal ini memungkinkan 5-8 dosen mengikuti kegiatan ini.
Untuk efisiensi kegiatan dan percepatan pencapaian luaran, selain telah menjalin komunikasi, para peserta sudah melaksanakan sebagian kegiatan riset-nya sebelum berkunjung ke tempat mitra. Draf makalah yang direncanakan sudah siap di-submit dalam tahun ini diusahakan telah dapat ditunjukkan ke pihak penyeleksi di tingkat prodi, sebagai salah satu bagian yang dipertimbangkan dan kelayakan mengikuti program ini.

Selain PAR Domestik yang merupakan program unik untuk
PSF dalam kegiatan PPKPS Tahun 2016, juga direncanakan
Lokakarya Peningkatan Mutu Bahan Ajar, Pembuatan Penununtun Praktikum
serta Upgrading Website Fisika. Keseluruhan kegiatan ini berada dalam tema utama yaitu Peningkatan Kapasitas PSF sehingga dapat berkontribusi pada
aras regional dan Internasional. Bagaimanapun, cepat atau lambat,
di masa depan PSF harus dapat berkiprah pada aras Interansional, atau paling tidak di kawasan ASEAN, melalui alumni atau pendidikan dan penelitian yang dihasilkan.
(admfisika)